15 Oktober 2012

MANAJEMEN DALAM BK (Bimbingan Konseling)

ARTIKEL TERKAIT
DOWNLOAD ARTIKEL INI DISINI

Manajemen bimbingan dan konseling  
      A.     Konsep dasar manajemen
      1. Pengertian manajemen
      Manajemen diartikan sebagai keseluruhan aktivitas berupa prooses mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan sumber daya yang dianggap penting untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

2. Tujuan dan Fungsi Manajemen
Tujuan penerapan manajemen adalah untuk mempermudah pencapaian suatu tujuan. Sedangkan fungsi manajemen adalah memberikan alur aktivitas, penetapan posisi dan tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan aktivitas organisasinya secara efektif dan efisien.

3. Aspek dan Fungsi Manajemen
a. Perencanaan
Fungsi perencanaan merupakan fungsi dasar karena pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan harus direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan merupakan keputusan untuk melakukan kegiatan organisasi dalam kurun waktu tertentu agar penyelenggaraan organisasi itu lebih efektif dan efisien. Perencanaan memerlukan analisis rasional dan berisi:

1) Pedoman bagi semua individu dalam mengerjakan tugas.
2) Alat pengawasan.
3) Tujuan dan cara mencapainya.
4) Penggunaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien.
5) Batas wewenang dan tangggung jawab individu agar dapat meningkakan kinerja.

b. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan efektif antara personel sehingga mereka dapat bekerja secara efisien dan mendapat kepuasan pribadi dalam menjalankan tugasnya. Alasan dilakukannya pengorganisasian:
1) Menetapkan akuntabilitas.
2) Meningkatkan efisiensi dan kualitas.
3) Memfasilitasi komunikasi.
Pengorganisasian dilaksanakan setelah manajer menetapkan tujuan yang akan dicapai dan menetapkan strategi untuk mencapainya melalui proses perencanaan.

c. Pengarahan
Pengarahan diartikan sebagai fase administratif yang mencakup koordinasi, kontrol, dan stimulasi terhadap personel lain untuk menjaga agar aktivitas manajemen berada sesuai pada jalur mekanisme kerja organisasi.

d. Pengawasan
Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kenyataan dengan standar yang telah ditetapkan, menentukan dan mengukur penyimpangan serta mangambil tindakan koreksi.

B. Implementasi Fungsi Manajemen dalam Bimbingan dan Konseling
Fungsi manajemen yang diimplementasikan dalam BK terlihat dan dapat diwujudkan dalam perencanaan program, pengorganisasian aktivitas, dan semua unsur pendukung BK. BK perlu dilakukan sebagai aktivitas layanan bermutu, yaitu yang mampu mengintegrasikan, mendistribusikan, mengelola dan mendayagunakan semua sumber daya secara optimal agar dapat mengembangkan seluruh potensi individu.
                 Materi layanan hendaknya membumi atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Alat dan fasilitas digunakan secara efektif dan efisien. Kegiatan dilakukan secara tepat disertai materi yang sesuai dengan waktu yang diberikan. Sosialisasi program juga perlu mendapat perhatian dan pemikiran strategi agar keberadaan dan kedekatan antara BK dengan penggunanya selalu terjaga.
Untuk tercapainya program perencanaan BK yang efektif dan efisien, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan:
a. Analisis situasi sekolah
b. Penentuan tujuan BK
c. Analisis kebutuhan siswa
d. Penentuan jennis kegiatan yang akan dilaksanakan
e. Penetapan personel kegiatan
f. Penetapan metode pelaksanaan kegiatan
g. Persiapan fasilitas dan biaya kegiatan
h. Perkiraan tentang hambatan kegiatan dan antisipasinya.

C. Prinsip-Prinsip Perencanaan Bimbingan dan Konseling
a. Perencanaan tersebut sistematis, yaitu berurutan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
b. Perencanaan itu juga Berkesinambungan, sebagai suatu proses yang berlanjut dan bertahap.
c. Perencanaan dapat mengarahkan pelaksanaan BK
d. Seluruh komponen dari perencanaan mampu dijalankan dengan baik.

D. Konsep Dasar Pengorganisasian dalam Bimbingan dan Konseling
a. Pengorganisasian berarti suatu bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur dan pola kerja kegiatan layanan BK.
b. Manfaat pengorganisasian

1) Tiap personel BK menyadari tugas, wewenang dan tanggung jawabnya.
2) Terhindar dari tumpang tindih tugas.
3) Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur
4) Terjadi kelancaran, efisiensi dan efektivitas.
c. Tujuan Pengorganisasian, merupakan manifestasi dari tujuan BK itu sendiri.
d. Implementasi pengorganisasian dalam Bimbingan dan Konseling
Tanpa pengorganisasian, BK tidak akan terlaksana secara sistematis, tidak ada suatu koordinasi, perencanaan, sasaran yang jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Pengorganisasian BK membantu seluruh personel sekolah, siswa dan orang tua dalam mengoptimalkan peran masing-masing serta mencegah terjadinya penyalahgunaan tugas tiap personel. Hal yang perlu diperhatikan agar pengorganisasian BK berjalan baik :
1) Semua personel sekolah dihimpun dalam satu wadah, agar terwujud satu kesatuan cara bertindak kaitannya dalam memberikan layanan BK.
2) Mekanisme kerja harus tunggal.
3) Tugas, wewenang dan tanggguang jawab tiap personel jelas.
Tugas dan peran masing-masing personel yaitu:
1) Kepala Sekolah, sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan sekolah, pemantau dan suvervisi pelaksana BK.
2) Wakil Kepala Sekolah, bertugas sesuai dengan bidang garapannya. Tugas-tugasnya yaitu:
• Pelaksana kebijakan kepala sekolah, terutama yang berkaitan dengan BK
• Penyedia informasi
• Mensosialisasikan program BK sesuai dengan bidangnya.
3) Wali Kelas, bertugas sebagai penyedia informasi, pemantau perkembangan dan kemajuan siswa, fasilitator dalam mensosialisasikan layanan BK serta membantu mengidentifikasi siswa yang membbutuhkan layanan responsif.
4) Guru Mata Pelajaran, bertugas mensosialisasikan layanan BK, menyediakan informasi tentang siswa saat proses belajar, mengidentifikasi siswa, serta memantau perkembangan dan kemajuan siswa.
5) Staf Administrasi, bertugas membantu mempersiapkan dan mengadministrasikan kegiatan BK serta memberi informasi tentang pelaksanaan layanan BK.
6) Konselor, bertugas:
• Mengorganisasikan Layanan BK
• Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah.
• Mengkoordinasikan seluruh personel layanan BK.
• Menyusun, melaksanakan, mengevaluasi program.
• Mempertanggungjawabkan semua kegiatan BK kepada Kepala Sekolah.
Tugas konselor dalam surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Meteri Badan Administrasi Negara, Nomor 0433/P/1993 dan Nomor 25 tahun 1993, meliputi:
• Penyusunan program layanan, dihargai 12 jam.
• Pelaksanaan layanan, dihargai 18 jam.
• Evaluasi pelaksanaan layanan, dihargai 6 jam.
• Membimbing 150 orang siswa, dihargai 18 jam. Selebihnya dihargai sebagai kelebihan mengajar.

sumber
uman suherman. manajeman bimbingan dan konseling di sekolah.

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah lembaga pendidikan bimbingan dan konseling merupakan suatu komponen yang sangat penting untuk memajukan mutu sebuah sekolah. Karena jika kita lihat pada masyarakat pada umumnya sebuah sekolah atau lembaga pendidikan secara umum dapat dikatakan berkualitas dengan cara melihat output yang dihasilkan oleh sebuah sekolah, dalam arti kata masyarakat akan menganggap sebuah sekolah itu berkualitas apabila siswa atau peserta yang dihasilkan memiliki kualitas dan memenuhi harapan sesuai yang masyarakat inginkan.
Ukuran kualitas lulusan tidak hanya diukur dari kesiapan kognitif saja, akan tetapi ukuran seorang peserta didik bisa dikatakan berkualitas apabila dia sudah siap secara emosional, sosial, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, dapat mengembangkan bakat yang ada dalam dirinya, dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri dan juga yang paling penting yaitu kesiapan moral, siswa bisa dikatakan berkualitas jika dia memiliki moral yang baik, baik itu moral yang berlandaskan kepada norma-norma yang berlaku dalam masyarakat maupun moral yang ada dalam agama.

                     Karena manajemen bimbingan dan konseling bisa membantu sekolah dalam meningkatkan mutu dari sekolahnya itu khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada dilingkungan sekolah. Oleh karena itu manajemen bimbingan konseling merupakan satu komponen yang sangat dibutuhkan dalam sebuah lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dari segi kesiapan sumber daya manusia.
Bimbingan dan konseling adalah upaya bantuan untuk mewujudkan perkembangan manusia secara opimal baik secara kelompok maupun individual sesuai dengan hakikat kemanusiaannya dengan berbagai potensi, kelebihan dan kekurangan, kelemahan, serta permasalahannya.
Oleh karena itu pelaksanakan manajemen bimbingan dan konseling harus dirumuskan secara siap baik dari segi program pelayanan bimbingan dan konseling, meneliti hal-hal apa sajakah yang dibutuhkan oleh para siswa, materi-materi yang harus diajarkan untuk membentuk kesiapan siswa, satuan layanan dan kegiatan dalam bimbingan dan konseling, dapat merumuskan dengan baik tatalaksana bimbingan dan konseling, dan mengevaluasi program yang telah dilaksanakan.
Manajemen bimbingan dan konseling harus dilaksanakan secara siap agar tujuan dari sebuah lembaga pendidikan yaitu menghasilkan lulusan yang berkualitas dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

B.     Perumusan Masalah
Agar dalam penelitian diperoleh gambaran dan hasil yang utuh dan komprehensif, maka secara rinci pertanyaan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Apa saja hal-hal yang dibutuhkan oleh siswa dalam pelayanan program BK?
2.      Apa saja program-program BK yang ada di sekolah, baik itu program tahunan, bulanan, mingguan maupun harian?
3.      Bagaimana tahap-tahap pelaksanaan pelayanan BK?
4.      Bagaimana penyelenggaraan program-program BK di sekolah?
5.      Apa saja materi-materi yang diberikan dalam pelayanan program BK?
6.       Apa saja unsur-unsur yang terdapat dalam penyelenggaraan program pelayanan BK?
7.      Bagaimana satuan layanan dan kegiatan pendukung dalam penyelenggaraan pelayanan program            BK?
8.      Bagaimana perlengkapan tatalaksana BK?
9.      Bagaimana evaluasi program BK?

C.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan gamabaran mengenai:
1.      Untuk memperoleh data mengenai penyelenggaraan program-program BK diSMP.
2.      Untuk memperoleh data tahunan, bulanan, mingguan dan harian dalam penyelenggaraan program BK di SMP.
3.      Untuk memperoleh data mengenai unsur-unsur yang terdapat dalam pelayanan program BK  di SMP.
4.      Untuk memperoleh data mengenai kebutuhan yang diperlukan oleh siswa dalam penyelenggaraan pelayanan program BK di SMP.
5.      Untuk mengetahui materi-materi yang diajarkan dalam penyelenggaraan program BK di SMP.
6.      Untuk memperoleh data mengenai tahap-tahap pelaksanaan pelayanan program BK di SMP.
7.      Untuk memperoleh data mengenai satuan layanan dan kegiatan pendukung dalam penyelenggaraan pelayanan program BK di SMP.
8.      Untuk mengetahui perlengkapan tatalaksana BK di SMP.
9.      Untuk mengetahui cara mengevaluasi dalam penyelenggaraan pelayanan program BK di SMP.
        Prayitno dan Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, ( Jakarta: RINEKA CIPTA, 2008), hlm. 1

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING
A.    Pengertian Manajemen Bimbingan dan Konseling
Jika kita lihat pada judul di atas “Manajemen Bimbingan dan Konseling” kalimat tersebut tersusun dari tiga kata yang memiliki makna yang berbeda, sehingga sebelum kita membahas lebih jauh mengenai manajemen bimbingan dan konseling sebaiknya kita terlebih dahulu dapat memahami setiap kata dari judul di atas.
1.      Manajemen
Definisi manajemen secara etimologi dapat dilihat dari beberapa bahasa,  antara lain:
a.       Bahasa Italia yakni “maneggiare” artinya melatih kuda atau secara harfiah berarti mengendalikan (Silalahi, 1989)
 b.      Bahasa Latin yakni “managiere” yang artinya melakukan, melaksanakan, mengurus sesuatu (Tanthowi, 1983)
c.       Bahasa Perancis yakni “manege” atau “manage” artinya tindakan membimbing, memimpin, mengemudikan, mengurus, menerima, dan kata manage juga berarti “tempat latihan kuda”, “penjinakan kuda” (Thantowi, 1983 dan Atmosudirjo, 1986)
d.      Bahasa Inggris yakni “management” yang bentuk infinitifnya adalah “to manage” yang berarti menangani, mengendalikan, menguasai, mengurus, menyelesaikan sesuatu (Atmosudirdjo, 1986).
                
                   Dapat dipahami dari seluruh penjelasan diatas walaupun dari asal yang berbeda ataupun menggunakan kata yang berbeda akan tetapi satu dengan yang lainnya memiliki makna yang sama dalam mengartikan kata manajemen yaitu mengatur, membina, memimpin, mengurus, dll.
Setelah kita mengetahui definisi manajemen secara etimologi maka akan kita jabarkan mengenai definisi manajemen dalam pandangan para ahli, bagaimana para ahli memahami kata manajemen.

Oey Liang Lee
Manajemen ialah sebuah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.











                                                        Johnson (1973)
 Manajemen ialah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan.














James A.F. Stonner (1982)
Manajemen is the process of planning, organizing, leading and controlling the efforts of organizational members and the use of other organizational resources to echieve stated organizational goals terjemahan: (Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengendalikan upaya anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk echieve tujuan organisasi yang nyata)


2.      Bimbingan
                Kata kedua yang harus kita pahami yaitu kata “bimbingan”. Rumusan tentang bimbingan formal telah diusahakan sejak awal abad ke-20, yang dipelopori oleh Frank Parson pada tahun 1908.
Pengertian bimbingan jika dikaji dari sudut epistemologi. Kata bimbingan berasal dari kata Guide, bermakna menuntut, mengarahkan, menunjukkan, dan mempedomani.
Pengertian bimbingan secara terminologi, para ahli banyak ikut menuangkan pemikirannya dalam memahami kata bimbingan, antara lain:

Frank Person, dalam jones 1951
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memegang jabatan serta mendapatkan kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.

Hamalik, 1992
Bimbingan disekolah merupakan aspek program pendidikan yang berkenaan dengan bantuan terhadap para siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya dan untuk merencanakan masa depannya sesuai dengan minat, kemempuan dan kebutuhan sosial.

Smith, dalam McDaniel 1959
Bimbingan sebagai proses layanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan-ketermpilan yang diperoleh dalam membantu pilihan-pilihan, rencana-rencana, dan interpretasi-interpretasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri yang baik.
Jika kita simpulkan dari semua pengertian diatas walaupun keluar dari orang yang berbeda akan tetapi tetap antara satu pendapat dengan pendapat lainnya memiliki inti yang sama. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan untuk mengerahkan seseorang menyelesaikan masalah-masalah yang dialami atau untuk menjalani kehidupannya.

3.      Konseling
                Kata terakhir yang perlu kita pahami yaitu kata “konseling” secara etimologi, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang berarti “dengan” atau “bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami” atau “menyampaikan”.


Bernard & Fullmer, 1969
Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasi ketiga hal tersebut.
Pepinsky, dalam Shertzer & Stone 1979
Konseling adalah interaksi (a) terjadi antara dua orang individu, masing-masing konselor dan klien; (b) terjadi dalam suasana yang profesional; (c) dilakukan dan dijadikan sebagai alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.
Konseling berarti kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien.

B.     Tujuan Manajemen Bimbingan dan Konseling
Tujuan dari di laksanakannya manajemen bimbingan dan konseling ada lima yang dikutip dari Syahril dan Riska Ahmad, antara lain:  
1.      Untuk Mengenal diri sendiri dan lingkungan
Agar peserta didik  dapat mengenali kekuatan dan kelemahan yang ada dalam dirinya sehingga dia dapat meyesuaikan dirinya dengan lingkungan.  
2.      Untuk menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis
Diharapkan peserta didik dapat menerima keadaan yang ada pada dirinya.
3.      Untuk dapat mengambil keputusan sendiri
Diharapkan seseorang dapat mandiri dalam mengambil keputusan sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam kebutuhannya dangan konsekuensi yang dapat dipertanggung jawabkan.
4.      Untuk dapat mengarahkan diri sendiri
Diharapkan peserta didik dapat mangarahkan dirinya menurut bakat dan juga minat yang ada dalam dirinya.
5.      Untuk dapat mewujudkan diri sendiri
Diharapkan peserta didik dapat merealisasikan dirinya dalam bentuk nyata sebagai sebuah wujud rasa percaya diri yang ada pada individu tersebut.

Terkait:
1. Apa Manajemen BK
2. Tentang Manajemen BK
3. Penyelenggaraan Manajemen BK

MANAJEMEN DALAM BK (Bimbingan Konseling) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Liberty Aries

1 komentar:

 

Top